Assalamu’alaikum, 우리 다시 만나요~
Cerita tentang ‘sepedaan’ ini masih di hari yang sama. Menulis bagian pertama dan lanjut bagian kedua kemudian, aku bekerja keras untuk ini. Terima kasih diriku!
Sepedaan tadi pagi yang hanya ‘setengah porsi’ dari biasanya, tak membuatku berniat untuk kembali bersepeda lagi di hari yang sama.
Ah, sudahlah besok saja lagi.
Pikirku tadi begitu. Hingga di suatu sore, aku terpikir untuk bersepeda lagi. Suasana sore hari mendekati waktu matahari terbenam, sepertinya asik. Setelah shalat Ashar dan melakukan beberapa hal, sekitar pukul setengah lima aku mulai mengayuh sepedaku lagi.
Aku memilih jalan depan mushalah perumahan. Di depannya terdapat lapangan voli dan sepak bola. Banyak anak kecil yang bermain di sana, termasuk bermain sepak bola bagi mereka,anak laki-laki. Dilihat dari besar badannya, mungkin mereka terdiri dari usia yang masih bersekolah di SD dan SMP. Aku tak mengenal mereka, meski aku sudah tinggal lama di sini. Kalau kenal dan akrab, pasti aku sudah menendang bola dari..., dari tahun lalu mungkin. Hihi, sejak dibuatnya lapangan ini.
Aku mencari tempat yang sekiranya sepi dan nyaman untuk melihat langit sore. Dan terpilihlah tempat ini. Sebuah jalan kecil di antara kebun sayur dan semak yang lumayan tinggi.
Di tempat inilah aku melakukan rencana yang sudah kupersiapkan dari rumah. Baca buku, makan jagung rebus, dan mendengarkan lagu Korea pendukung suasana. Lagu BAP yang berjudul Coffee Shop atau dalam bahasa Indonesia yang berarti Warung Kopi. Haha.
Secara arti memang tidak ada kaitannya, tapi aku suka dengan melodi dan liriknya. Suasana tenang dan nyaman ini, menurutku klik dengan lagu ini. Kalau mau, kamu bisa download lagunya,
Aku bukan sedang kuliah kedokteran, lho. Bukan. Aku tertarik menjadi ‘dokter’ tingkat pertama untuk diri sendiri dan orang terdekat, sesuai ajaran nabi. Next Insyaallah, akan kutulis ini dalam post
berbeda.
Lucunya adalah, ketika aku sudah mulai membaca beberapa kali orang-orang melewati jalan ini. Tidak terlalu sepi ternyata. Mereka hampir semuanya tersenyum dan tatapan mata yang seakan bilang, ‘di situ, baca buku sambil makan jagung?’. Aku tahu, aku ini aneh. Tetapi dalam setiap keanehan selalu ada yang membuatku menikmati satu hal diluar kebiasaan. Seperti sore tadi.
Satu-satunya hal yang membuatku tidak tenang adalah suara dalam semak. Aku harus waspada, jika itu ular. Alhamdulillah, sampai akhirnya aku memutuskan pulang, tidak ada hal membayakan yang terjadi.
Dibandingkan dengan kondisiku seperti dalam tulisan Semester 1 , sekarang aku merasa lebih sehat. Di atas adalah salah satu buktinya yaitu, pipi lebih mancung dari hidung yang ‘pesek’.
Kalian juga sehat selalu, ya. Jaga kesehatan!
☺
Cycling Routine: Cimplukan🔙 Bagian 1
Mungkin ada bagian 3 untuk Cycling Routine, hanya saja aku tak tahu kapan akan menulis dan posting. Jika berkenan, tunggu saja, ya~
Wassalamu’alaikum, 안녕~♥
Cerita tentang ‘sepedaan’ ini masih di hari yang sama. Menulis bagian pertama dan lanjut bagian kedua kemudian, aku bekerja keras untuk ini. Terima kasih diriku!
Sepedaan tadi pagi yang hanya ‘setengah porsi’ dari biasanya, tak membuatku berniat untuk kembali bersepeda lagi di hari yang sama.
Ah, sudahlah besok saja lagi.
Pikirku tadi begitu. Hingga di suatu sore, aku terpikir untuk bersepeda lagi. Suasana sore hari mendekati waktu matahari terbenam, sepertinya asik. Setelah shalat Ashar dan melakukan beberapa hal, sekitar pukul setengah lima aku mulai mengayuh sepedaku lagi.
Aku memilih jalan depan mushalah perumahan. Di depannya terdapat lapangan voli dan sepak bola. Banyak anak kecil yang bermain di sana, termasuk bermain sepak bola bagi mereka,anak laki-laki. Dilihat dari besar badannya, mungkin mereka terdiri dari usia yang masih bersekolah di SD dan SMP. Aku tak mengenal mereka, meski aku sudah tinggal lama di sini. Kalau kenal dan akrab, pasti aku sudah menendang bola dari..., dari tahun lalu mungkin. Hihi, sejak dibuatnya lapangan ini.
Aku mencari tempat yang sekiranya sepi dan nyaman untuk melihat langit sore. Dan terpilihlah tempat ini. Sebuah jalan kecil di antara kebun sayur dan semak yang lumayan tinggi.
Di tempat inilah aku melakukan rencana yang sudah kupersiapkan dari rumah. Baca buku, makan jagung rebus, dan mendengarkan lagu Korea pendukung suasana. Lagu BAP yang berjudul Coffee Shop atau dalam bahasa Indonesia yang berarti Warung Kopi. Haha.
Secara arti memang tidak ada kaitannya, tapi aku suka dengan melodi dan liriknya. Suasana tenang dan nyaman ini, menurutku klik dengan lagu ini. Kalau mau, kamu bisa download lagunya,
Aku bukan sedang kuliah kedokteran, lho. Bukan. Aku tertarik menjadi ‘dokter’ tingkat pertama untuk diri sendiri dan orang terdekat, sesuai ajaran nabi. Next Insyaallah, akan kutulis ini dalam post
berbeda.
Lucunya adalah, ketika aku sudah mulai membaca beberapa kali orang-orang melewati jalan ini. Tidak terlalu sepi ternyata. Mereka hampir semuanya tersenyum dan tatapan mata yang seakan bilang, ‘di situ, baca buku sambil makan jagung?’. Aku tahu, aku ini aneh. Tetapi dalam setiap keanehan selalu ada yang membuatku menikmati satu hal diluar kebiasaan. Seperti sore tadi.
Satu-satunya hal yang membuatku tidak tenang adalah suara dalam semak. Aku harus waspada, jika itu ular. Alhamdulillah, sampai akhirnya aku memutuskan pulang, tidak ada hal membayakan yang terjadi.
Dibandingkan dengan kondisiku seperti dalam tulisan Semester 1 , sekarang aku merasa lebih sehat. Di atas adalah salah satu buktinya yaitu, pipi lebih mancung dari hidung yang ‘pesek’.
Kalian juga sehat selalu, ya. Jaga kesehatan!
☺
Cycling Routine: Cimplukan🔙 Bagian 1
Mungkin ada bagian 3 untuk Cycling Routine, hanya saja aku tak tahu kapan akan menulis dan posting. Jika berkenan, tunggu saja, ya~
Wassalamu’alaikum, 안녕~♥



Tidak ada komentar:
Posting Komentar